Mahasiswa prodi hukum biasanya disuruh oleh dosenya untuk menyelesaikan berbagai jenis tugas prodi hukum seperti membuat legal opinion, membuat analisa putusan pengadilan, hingga membuat tugas pledoi. Kali ini kami akan berikan tips menyelesaikan tugas pledoi untuk mahasiswa hukum supaya bisa dinilai bagus oleh dosen.
Table of Contents
ToggleMengenali Dulu Hakikat Pledoi
Menurut saya pledeoi ini punya hakikat sebagai teks yang didalamnya terdapat pembelaan tersangka kepada hakim atau pihak-pihak yang menuntut untuk mendapatkan keringan hukuman dari hakim atau bahkan dibebaskan segala tuntutan dari hakim jika pledoi tersebut benar-benar mengandung muatan yang bagus dan sesuai dengan asas-asas hukum. Sepanjang system hukum diterapkan di Indonesia, ada berbagai pledoi yang sangat terkenal atau paling diingat dalam sejarah.
Salah satu pledio yang cukup popular pernah dibacakan Soekarno pada masa colonial Hindia Belanda melalui judul pledionya Indonesia menggugat. Pledeoi itu berisi ketidakterimaan Soekarno atas pemenjaraan dirinya hanya karena menggerakan kaum revolusioner untuk menentang kebijakan kolonialis Belanda.
Baca Juga : 4 Tips Menyelesaikan Tugas Tentang Legal Opinion Hukum yang Baik
Tips Menulis Pledoi yang Bagus
Berkaca dari pledoi milik Soekarno yang selalu dikenang oleh sejarah. Kami kemudian merangkai tips menulis pledio yang bagus untuk ditiru mahasiswa prodi hukum untuk menuntaskan tugas kuliah mereka. Berikut poin tips-tipsnya:
- Tuliskan istilah-istilah hukum yang langsung dari bahasa latin. Sebagai contoh vox populi vox dei, mens rea, dura lex, non Bis In Idem atau istilah hukum latin lainya. Hal ini dilakukan agar pledio tersebut bisa menimbulkan kesan intelek, berwibawa, dan akademis.
- Tuliskan undang-undang yang dilanggar oleh pengadilan. Undang-undang ini harus jelas memuat pasal, nomor, dan isinya.
- Tuliskan harapan yang diinginkan dari adanya pledio tersebut secara jelas dan tegas. Sebagai misal harapan untuk dibebaskan dari segala tuntutan pidana.
- Tuliskan bahwa pledio yang ditulis itu dibuat dengan murni untuk menegakan hukum agar sesuai dengan marwah dan tujuan hukum itu sendiri
- Tuliskan pledoi hukum secara sistematis, runut, dan format penulisan yang rapi. Kalau perlu lakukan audit grammar agar bisa diketahui kesalahan berupa typo, kesalahan ejaan, hingga kesalahan diksi.
- Tuliskan pledoi hukum sesuai dengan sistematika penulisan yang sudah ditetapkan oleh kampus.
Itulah tips membuat pledoi yang bisa dilakukan mahasiswa agar bisa membuat teks pledio yang punya kualitas bagus.
Baca juga : 4 Langkah Jitu Agar Lulus Prodi Hukum dengan Cepat
Contoh Soal Pledio Hukum dan Penyelesaianya
Kali ini kami akan memberikan contoh soal pledoi hukum dan penyelesaianya. Simak lebih lanjut:
Soal:
- Anda seolah-olah menjadi orang bernama Raihan yang sedang mendapatkan masalah hukum berupa penyitaan sepeda motor karena nunggak cicilan kredit motor di perusahaan leasing VIV Finance sebanyak 2 bulan. Debt Colletor menarik paksa motor Anda tanpa melalui mekanisme peradilan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tulis pledoi secara sistematis.
Jawaban soal Latihan membuat pledoi:
Judul : PLEDOI UNTUK MELAWAN PENARIKAN MOTOR KREDIT OLEH VIV FINANCE
Honorable Judges, Ladies and Gentlemen, and the Respectable Representatives of VIV FINANCE
Saya berdiri di sini bukan sekadar untuk membela diri, tetapi untuk menegakkan Dura Lex, Sed Lex—hukum memang keras, tapi tetap hukum!
Bahwasanya, tindakan VIV dalam menyita motor saya tanpa melalui putusan pengadilan adalah bentuk Contra Legem, bertentangan dengan hukum yang berlaku. Dalam sistem hukum Indonesia, penyitaan barang yang menjadi objek perjanjian kredit harus melalui prosedur hukum yang sah, bukan main tarik seenaknya!
Sebagaimana yang kita pahami dalam asas Lex Superior Derogat Legi Inferiori, aturan yang lebih tinggi mengesampingkan aturan yang lebih rendah. VIV, sebagai lembaga pembiayaan, terikat oleh aturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, yang menyatakan bahwa eksekusi objek jaminan fidusia harus melalui putusan pengadilan terlebih dahulu!
Dengan demikian, tindakan FIF yang langsung mengambil motor saya adalah bentuk perampasan sepihak dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Hal ini jelas melanggar prinsip In Dubio Pro Reo, di mana dalam keadaan ragu, keputusan harus menguntungkan pihak debitur!
Lebih lanjut, saya ingin mengingatkan bahwa berdasarkan asas Non Bis In Idem, sebuah kasus tidak bisa diadili dua kali. Jika saya telah menerima sanksi berupa denda keterlambatan pembayaran, maka eksekusi berupa penarikan unit kendaraan merupakan bentuk penghukuman ganda yang bertentangan dengan asas keadilan!
Adapun saya sebagai debitur memiliki Bona Fide, niat baik, untuk tetap melunasi kewajiban saya. Namun, tanpa adanya negosiasi yang layak dan pemberitahuan yang memadai, VIV secara Mala Fide telah bertindak semena-mena, melanggar hak saya sebagai konsumen!
Oleh karena itu, dengan segala hormat, saya menuntut agar VIV:
- Mengembalikan motor saya sesegera mungkin!
- Memberikan opsi restrukturisasi pembayaran yang lebih manusiawi!
- Menghormati hak konsumen sesuai dengan peraturan yang berlaku!
Sebagaimana prinsip Fiat Justitia Ruat Caelum, biarlah hukum ditegakkan meskipun langit runtuh! Karena kalau hukum tidak dijalankan dengan benar, maka kita hanya akan hidup dalam sistem di mana yang kuat selalu menindas yang lemah.
Demikian pledoi saya, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan agar keadilan dapat ditegakkan.
Hormat saya,
Andra Kirana
Debitur yang Tertindas, tapi Tidak Akan Menyerah
Nah itulah contoh pledoi yang telah kami buat dan sekaligus contoh jawabanya.
Laman Order Joki Tugas Hukum
Bagi Anda yang ingin menyelesaikan tugas-tugas prodi hukum namun terkendala sedang sibuk kerja atau sedang sakit, silahkan order saja layanan jasa pengerjaan soal hukum di Asistentugas. Bagi Anda yang ingin segera order layanan ini langsung saja kunjungi laman listing joki tugas hukum. Kami siap menyelesaikan berbagai soal-soal di prodi hukum seperti tugas membaut legal opinion, tugas mebuat essai hukum, tugas membuat legal memorandum, tugas peradilan semu, judicial review analysis, hingga menyelesaikan tugas membuat case briefing. Yuks pesan sekarang juga.