Membuat dashboard visual yang menarik dan fungsional di Power BI bukanlah perkara mudah. Diperlukan pengalaman, kepekaan desain, serta pemahaman terhadap data agar tampilan yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga enak dipandang. Sayangnya, masih banyak pengguna Power BI yang terjebak dalam tampilan dashboard yang berantakan, penuh warna yang tidak konsisten, penempatan visual yang tidak beraturan, dan informasi yang malah membingungkan. Agar hal ini tidak terjadi, berikut empat kiat praktis untuk menghindari dashboard visual yang berantakan di Power BI:
Table of Contents
Toggle1. Buat Outline Dashboard Terlebih Dahulu di Kertas

Langkah pertama sebelum mulai mendesain dashboard di Power BI adalah membuat outline atau sketsa di atas kertas. Kami di tim biasanya menggunakan kertas buram ukuran A4 dan pulpen untuk menggambarkan tata letak awal dashboard. Tujuan dari pembuatan outline ini adalah agar kita bisa merancang struktur visual sejak awal, sekaligus memahami kebutuhan klien secara lebih mendalam.
Dengan adanya outline, kita bisa memetakan elemen-elemen apa saja yang dibutuhkan—mulai dari jenis chart, filter, hingga indikator kinerja utama (KPI). Outline ini membantu kita agar tidak kebingungan saat sudah masuk ke tahap digital, dan yang terpenting, bisa meminimalisasi revisi berulang yang kerap memakan waktu.
2.Jaga Konsistensi Desain dan Warna
Salah satu penyebab utama dashboard terlihat berantakan adalah pemilihan warna yang terlalu ramai dan tidak konsisten. Warna bukan hanya soal estetika, tetapi juga komunikasi. Warna yang dipilih harus relevan dengan karakter bisnis klien. Misalnya, perusahaan keuangan sebaiknya menghindari warna-warna mencolok seperti merah muda atau oranye terang, dan lebih cocok menggunakan warna-warna netral atau biru yang menggambarkan kepercayaan dan kestabilan.
Gunakan maksimal tiga hingga empat warna utama dalam satu dashboard, dan pastikan warna tersebut digunakan secara konsisten untuk elemen serupa—misalnya, warna biru untuk pendapatan, hijau untuk pertumbuhan, dan merah untuk penurunan.
3. Hindari Overload Visual
Bacaan Artikel Relevan Lainya: Mengatasi Potensi Fraud Keuangan Perusahaan dengan Power Bi
Terlalu banyak chart, grafik, dan elemen visual dalam satu halaman dashboard justru akan mengacaukan fokus pengguna. Dashboard bukanlah tempat menampilkan semua data, melainkan menyajikan data yang paling relevan dan berdampak untuk pengambilan keputusan. Pilih visualisasi yang sesuai dan ringkas.
Gunakan prinsip hierarki visual—tempatkan informasi penting di bagian atas atau tengah, dan informasi pendukung di bagian bawah atau sisi kanan. Pastikan ada ruang putih (white space) yang cukup agar mata pengguna tidak lelah saat membaca dashboard.
4. Libatkan Visual Specialist dari Pihak Eksternal
Bekerja dalam waktu lama di depan layar bisa membuat tim kehilangan orientasi visual. Kadang, karena terlalu lama mengotak-atik tampilan, kita justru tidak menyadari bahwa hasil desain kita kurang efektif atau membingungkan. Untuk itu, kami kerap melibatkan data visual specialist dari pihak eksternal sebagai quality control.
Pihak ketiga ini bisa memberi sudut pandang baru, mengoreksi kekurangan yang mungkin luput dari pengamatan kita, serta memberi masukan desain yang lebih objektif. Metode kerja kolaboratif seperti ini sangat membantu menjaga kualitas desain visual agar tetap rapi, fokus, dan sesuai dengan tujuan dashboard.
Bagi Anda yang saat ini membutuhkan layanan visualisasi data, segeralah saja pesan melalui laman listing jasa pembuatan dashboard Power Bi di Asistentugas. Kami yakin Anda bakalan puas dengan pelayanan yang kami berikan. Yuks pesan sekarang juga.