Jurusan Kadang Kalah Penting Dibanding Lingkungan Sosial

Jurusan Kadang Kalah Penting Dibanding Lingkungan Sosial

Bagi kalian yang cukup Percaya Diri berhasil masuk di jurusan yang dikenal bonafit dan mentereng seperti prodi teknik perminyakan, ilmu kedokteran, dan prodi teknik sipil sekarang Anda harus lebih waspada.

 

Kadang hanya modal jurusan mentereng belum tentu membawa mahasiswa tersebut sukses besar kalua tidak didukung dengan lingkungan social yang mendukung.

 

Banyak juga mahasiswa dari prodi tersebut masih menanggur tidak dapat pekerjaan.

 

Kini Anda harus tahu dalam konteks Indonesia, informasi tetang lowongan kerja justru seringkali didengar dan ditawarkan pertama kali dari circle lingkungan social.

 

Ada banyak tawaran pekerjaan tanpa test dan tanpa ribet yang berasal dari jaringan social Anda di kampus dari teman seoorganisasi di BEM, MAPALA, Koperasi Mahasiswa (KOPMA) maupun circle Anda lainya.

 

Baca juga:  Parenting Anak Indonesia Ketika Ayah Momong Anak Tapi Lingkungan Nyinyir

 

 

Makanya sangat haram hukumnya menjadi mahasiswa kupu kupu yang hanya berdiam diri di kosan tanpa mencoba membangun jaringan pertemanan yang kuat. Kalau pikiran ini terus dilestarikan yang ada Anda akan mendapatkan masa depan yang buruk.

 

Pada tulisan ini kami mencoba menyadarkan Anda bahwa membangun relasi dan mau bersosialisasi gabung banyak organisasi itu ternyata sangat penting untuk memperkuat circle.

 

Kapan Sebaiknya Aktif Dalam Organisasi Kampus?

 

Untuk membangun relasi di kampus yang menurut saya efektif yaitu ketika Anda masih di semester 3-7. Inilah waktu terbaik Anda untuk membangun circle yang berkelas dengan bergabung di banyak organisasi kampus.

 

Jika Anda sudah lebih dari 7 semester, maka hidup Anda biasanya sudah terdistraksi dengan menyusun skripsi yang kadang bikin pikiran menjadi sulit.

 

Hindari Lingkungan Sosial yang Pasif, Tukang Bully, Dan Kebanyakan Nyinyir

 

Walaupu nongkrong membangun circle semasa kuliah itu sangat penting, Anda tetap saja harus menghindari circle yang isinya Cuma bulian, nyinyir saat ada teman di salah satu anggota yang menciptakan inovasi produk.

 

Jika Anda terus-terusan di lingkungan tersebut dan enggan beranjak untuk pergi, yang ada Anda bisa ikut terseret dalam pusaran energi negative.  Jadi sebisa mungkin cari dan bentuk lingkungan yang saling support antar teman.

Contoh Lingkungan yang Baik untuk Berkembang

Bagi Anda yang belum tahu lingkungan/ circle seperti apa yang sekiranya bagus untuk pengembangan karir Anda ke depan yaitu sebagai berikut:

 

  1. Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi

 

Kalau Anda masuk dalam circle ini, besar kemungkinan Anda ketika lulus kuliah bakalan menjadi pembisnis yang handal.

 

  1. Mapala

 

Organisasi pendakian ini kadang cukup efektif untuk digunakan sebagai batu loncatan kesukesan masa depan. Anggota mapala yang sangat suka mencitai gunung itu bisnya sering kali mengajak temanya yang masih nganggur untuk ikut kerja di perusahaan yang dia Kelola Gimana potensial sekali bukan organisi Mapala.

  1. Pers Mahasiswa

 

Kalau kedepanya Anda bercita-cita untuk menjadi jurnalis, pembawa acara, mupun entertainment maka sangat cocok untuk masuk ke organisai pers mahasiswa. Di organisasi ini mahasiswa benar-benar dilative untuk verifikasi data sehingga ia bisaz mendapatkan uang yang tidak sesuai dengan panggung yang ditampilkan.

 

Nah itulah sekilas tentang Jurusan Kadang Kalah Penting Dibanding dengan membangun Lingkungan Sosial yang baik. Coba Anda catat baik-baik kajian ini dan nantinya bisa digunakan juga oleh Anda untuk mencapai kesukesan.

analisis mahjong main tanpa pola mahjong wins vs kakek olympus